Jakarta, CNN Indonesia

Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan rumah toko (ruko) di Mampang Prapatan yang terbakar dan menyebabkan tujuh penghuninya tewas pada Kamis malam (18/4), tidak mempunyai pintu atau akses darurat (emergency exit).

“Kami tidak lihat ada emergency exit. Artinya, pintu keluar dan masuk itu hanya bersumber dari depan ruko,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/4).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan di lapangan bahwa bangunan yang terbakar memiliki lima lantai, dan untuk akses keluar masuk hanya ada pada pintu utama yang berada di bagian depan.

Yossi mengatakan kondisi itulah yang menyulitkan para korban untuk mengevakuasi setelah terjadi kebakaran. Terlebih, kata dia, pada saat kejadian asap juga telah memenuhi ruko lima lantai tersebut.

“Saat jumat malam itu kondisi api besar di pintu depan. Keluar-masuk harus lewat pintu depan. Itu kendala korban, tidak bisa keluar karena api besarnya di pintu masuk,” imbuhnya.

Akibatnya, Yossi menyebut ketujuh korban tersebut terjebak di area lantai 3 dan meninggal dunia. Dari hasil olah TKP, ia menduga area lantai 3 dan 4 ruko tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat tinggal.

“Peralatan rumah tangga seperti sisa-sisa tempat tidur, kemudian kompor dan sebagainya itu ada berada di lantai 3 dan 4,” tuturnya.

Diketahui kebakaran yang terjadi pada Kamis (18/4) malam menewaskan tujuh orang, dengan dua di antaranya masih anak-anak dan balita. Tujuh korban terjebak saat kebakaran dan jenazah baru bisa dievakuasi Jumat (19/4) pagi.

Ketujuh korban meninggal dunia tersebut di antaranya Thang Tjiman berusia 75 tahun, Heni perempuan usia 39 tahun, Riichi usia 2 tahun, Austin usia 8 tahun, Tia usia 25 tahun, Shella usia 20 tahun, dan Jesika usia 18 tahun.

Selain korban meninggal dunia, ada lima orang lainnya yang terluka. Mereka mengalami luka bakar ringan hingga serius saat menyelamatkan diri.

Polisi imbau bangunan punya akses darurat

Sementara itu, Kapolsek Mampang Prapatan Kompol David Yunior Kanitero mengatakan atas kejadian tersebut pihaknya melakukan monitor di beberapa gedung yang ada di daerahnya dan mengimbau agar menyediakan pintu darurat.

“Ini pembelajaran bagi kita, agar menyediakan pintu darurat di setiap gedung atau tempat tinggal. Kami mengimbau agar hal ini diperhatikan,” katanya mengutip dari Antara.

Sebelumnya pada Senin lalu  Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran ruko di Mampang Prapatan itu. Setelahnya tim itu membawa sejumlah sampel dari lokasi ruko pembuat bingkai yang terbakar itu.

“Ada beberapa sampel atau barang bukti yang diambil oleh Tim Puslabfor Mabes Polri,” kata Kompol Yossi.

Menurut dia, tim penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan saat ini sedang menyelidiki penyebab pasti kebakaran ruko pembuat bingkai di Mampang Prapatan dengan meminta bantuan dari Puslabfor Polri.

Yossi mengatakan setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tim membawa sejumlah sampel dari dalam ruko di antaranya arang sisa kebakaran, gerinda dan juga sisa cairan dari lokasi kejadian.

“Gerinda juga ditemukan di lokasi basement (ruang bawah tanah), yang berdasarkan keterangan saksi pada saat kejadian memang sempat ada aktivitas pemotongan atau penggergajian kayu,” katanya.

(tfq, Antara/kid)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *